quot;loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 15 November 2014

MONERA (2)

CYANOBACTERIA



Dalam sistem klasifikasi yang baru, cyanobacteria dimasukkan satu kelompok dengan eubacteria

Ciri-ciri cyanobacteria: 
  • Bersel satu / uniseluler
  • Prokariotik
  • Mempunyai klorofil tersebar di sitoplasma
  • Pigmen utama : fikosianin
  • Bersifat fotoautotrof
  • Reproduksi dengan membelah diri danfragmentasi

Contoh

Spirulina sp. : bahan makanan kaya protein ( protein sel tunggal)


Nostoc sp. : mampu memfiksasi nitrogen bebas


Anabaena sp. : mampu memfiksasi nitrogen bebas

Struktur tubuh Anabaena sp.

Heterokista (heterocyst) : sel berdinding tebal berfungsi untuk fiksasi nitrogen
Baeosit : sel bulat hasil dari reproduksi yang berfungsi untuk fotosintesis
Akinet: sel berdinding tebal berfungsi untuk pertahanan diri dan kaya cadangan makanan





Referensi:
www.kdi-philippines.blogspot.com
www.protist.i.hosei.ac
wwww.bp.blogspot.com

Senin, 10 November 2014

FUNGI

FUNGI

Ciri-ciri Fungi 


  • Organisme eukariotik
  • Tubuh tersusun atas benang-benang yang disebut hifa yang dapat membentuk kumpulan benang yang disebut miselium
  • Dinding sel umumnya dari zat kitin
  • Belum punya pembuluh angkut ( termasuk kelompok Atracheophyta)
  • Heterotrof (saprofit atau parasit)
  • Tidak berklorofil
  • Habitat di tempat lembab


Klasifikasi Fungi

Fungi dapat dibedakan menjadi 4 kelas :
1. Zygomycotina

Ciri-ciri : 
  • Hifa tidak bersekat (senositik)
  • Saprofit
  • Ada yang dapat bersimbiosis dengan akar tanaman membentuk mikoriza
  • Reproduksi seksual : menghasilkan zigospora
  • Reproduksi aseksual : sporangiospora yang dihasilkan oleh sporangium
Contoh : 
Rhizopus oryzae : untuk pembuatan tempe

Mucor mucedo : membusukkan roti


2. Ascomycotina
Ciri-ciri:
  • Hifa / miselium bersekat (asenositik)
  • Cara hidup saprofit ada juga yang parasit
  • Ada yag bersel satu dan ada yang bersel banyak membentuk tubuh buah (askokarp)
  • Reproduksi seksual : menghasilkan askospora ( untuk ascomycotina bersel banyak / nultiseluler), dengan konjugasi ( untuk ascomycotina bersel satu / uniseluler)
  • Reproduksi aseksual : konidiaspora ( untuk yang multiseluler), tunas ( untuk tang uniseluler)
Contoh : 
Uniseluler :
Saccharomyces cereviceae : untuk pembuatan tape, bir, roti

Saccharomyces ellipsoideus: fermentasi anggur

Candida albicans: penyakit keputihan dan sariawan


Multiseluler:
Penicillium notatum : penghasil antibiotik

Penicillium camemberti : pembuatan keju

Neurospora crassa: pembuatan oncom

Aspergillus wentii: pembuatan kecap



Aspergillus flavus: penghasil racun aflatoksin


3. Basidiomycotina
  • Ciri-ciri:
  • Umumnya makroskopis dan multiseluler
  • Hifa bersekat ( asenositik)
  • Tubuh seperti payung
  • Mempunyai tubuh buah (basidiokarp) kecuali jamur api dan jamur karat
  • Reproduksi seksual : nenghasilkan basidiospora
  • Reproduksi aseksual : spora vegetatif / konidiaspora
  • Contoh:
Auricularia polytrica (jamur kuping) : dapat dijadikan bahan makanan

Volvariella volvacea (jamur merang) : dapat dijadikan bahan makanan

Ganoderma applanatum (jamur kayu): berperan dalam proses pelapukan

Puccinia graminis : parasit, menimbulkan bercak coklat pada daun


4. Deuteromycotina
Ciri-ciri :
  • Mikroskopis
  • Hifa bersekat (asenositik)
  • Disebut fungi imperfecti
  • Reproduksi seksual : belum diketahui 
  • Reproduksi aseksual : konidiaspora
Contoh:
Epidermophyton sp. : penyebab penyakit kaki atlet

Tinea sp. : penyebab penyakit kurap



Referensi:
www.jenis-jamore.blogspot.com
www.microbewiki.kenyon.edu
www.bp.blogspot.com
www.botit.botany.wisc.edu
www.fitriaalfirufaida.wordpress.com
www.colormagicphotography.com
www.visualphotos.com
www.optimalhealtnetwork.com
www.fgsc.net
www.schimmel-shimmelpiz.de
www.bioref.lastdragon.org
www.mycology.adelaide.edu

Minggu, 09 November 2014

PROTISTA (3)

PROTISTA MIRIP JAMUR


Ciri-ciri :


  • Eukariotik (inti bermembran)
  • Tubuh tersusun atas benang-benang yang  disebut hifa

Klasifikasi :

1. Myxomycotina (jamur lendir)
  • Memiliki stadium badan buah ( mirip fungi )
  • Hifa tidak bersekat (senositik)
  • Pada stadium vegetatif gerakan mirip amoeba
  • Contoh :
Cribaria sp.

Physarium polycephalum


2. Oomycotina (jamur air)
  • Bersifat heterotrof (parasit / saprofit)
  • Hifa berdinding selulosa dan tidak bersekat (senositik)
  • Mempunyai banyak inti sel
  • Reproduksi seksual dengan oospora dan reproduksi aseksual dengan zoospora
  • Contoh : 
Saprolegnia sp. : saprofit pada hewan -hewan air yang mati


Phytophtora infestans : penyebab penyakit busuk pada kentang


Phytium debaryanum : penyebab penyakit pada tembakau



Referensi:
www.ibiologia.unam.mx
www.educorolla3.blospot.com
www.botit.botany.wisc.edu

DAUR HIDUP ZYGOMYCOTINA

1. Hifa (+) dan hifa (-) saling berdekata


2. Pada masing-masing ujung hifa yang berdekatan tumbuh bakal gametangium dengan inti haploid

3. Bakal gametangium berubah menjadi gametangium dengan banyak inti (heterokariotik)

4. Dinding gametangium pecah, inti (+) dan inti (-) bergabung menghasilkan zigospora yang berisi inti-inti diploid.
Diantara inti-inti diploid yang terbentuk hanya satu yang hidup, inti-inti yang lain akan mengalami degenerasi. Zigospora tumbuh, dindingnya menebal dan tampak berwarna hitam serta banyak mengandung bahan makanan cadangan. Zigospora selanjutnya mengalami fase istirahat yang cukup lama

5. Zigospora mengalami pembelahan reduksi / meiosis

6. Bila kondisi lingkungan mendukung zigospora akan tumbuh dan membentuk sporangium. Inti haploid akan membelah secara mitosis menjadi inti-inti spora yang terdapat di dalam sporangium. Spora yang dihasilkan berupa spora (+) dan spora (-)

7. Sporangium yang telah masak dindingnya pecah dan spora tersebar keluar

8. Spora yang jatuh pada substrat yang sesuai akan tumbuh menjadi hifa / miselium. Spora (+) tumbuh menjadi hifa/miselium (+) dan spora (-) tumbuh menjadi hifa (-)

9. Setiap hifa / miselium dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk sporangium pada setiap ujung hifanya. Sporangium dari hifa (+) menghasilkan spora (+) dan sporangium dari hifa (-) menghasilkan spora (-)




Referensi :
www.science-biologi.blogspot.com
www.alkafyuone.wordpress.com

Kamis, 06 November 2014

PROTISTA (2)

ALGA


Alga merupakan protista yang mirip tumbuhan karena dapat berfotosintesis

Ciri - ciri alga
  1. Uniseluler dan ada juga yang multiseluler
  2. Bersifat eukariotik ( punya membran inti)
  3. Termasuk Thalophyta ( kelompok tumbuhan yang belum punya akar, batang dan daun sejati)
  4. Berklorofil dan punya pigmen dominan lainnya
  5. Fotoautotrof ( dapat berfotosintesis)
  6. Dinding sel umumnya tersusun atas selulosa
  7. Habitat : air tawar, air laut dan tempat lembab

Reproduksi alga
  • Secara vegetatif:
  1. Membelah diri
  2. Fragmentasi
  3. Pembentukan spora kembara
  • Secara generatif:
  1. Isogami : penyatuan dua gamet yang secara morfologis tidak berbeda, yaitu tidak terdiferensiasi menjadi makrogamet dan mikrogamet
  2. Oogami : bentuk reproduksi seksual yang menyangkut produksi gamet besar non motil yang dibuahi oleh gamet lebih kecil yang motil
  3. Anisogami : peleburan gamet-gamet yang berlainan ukuran dan atau motilitasnya
  4. Konjugasi : peristiwa transfer atau pemindahan bahan genetik dari satu individu ke individu lainnya
Klasifikasi alga
Berdasarkan pigmen yang dominan, alga dapat dibedakan  menjadi 4 kelas :

1. Alga hijau ( chlorophyta)
Pigmen dominan : kloroplas
Contoh : 
Chlorella sp. : untuk PST (protein sel tunggal)

Spirogyra sp.

Ulva sp. : sebagai sayuran

Chara sp.


2. Alga keemasan (chrysophyta)
Pigmen dominan : karoten
Contoh: 
Navicula sp. : membentuk tanah diatome, untuk bahan isolasi, bahan penggosok dan penyekat dinamit

Vaucheria sp.


3. Alga pirang / coklat ( phaeophyta)
Pigmen dominan : fikosantin
Contoh : 
Sargasum sp. : menghasilkan asam alginat untuk bahan kosmetik, plastik, obat-obatan

Turbinaria sp.

Laminaria sp. : sebagai sayuran, penghasil iodium


4. Alga merah ( rhodophyta)
Pigmen dominan : fikoeritrin
Contoh :
Gracilaria sp. : bahan agar-agar

Euchema sp. : bahan agar-agar

Gellidium sp. : bahan agar-agar



Referensi: 
www.bp.blogspot.com
www.planktonologiunpad.wordpress.c
www.protist.i.hosei.ac
www.aguskrisnoblog.wordpress.com
www.tnenvis.nic.in
www.gopixpic.com
www.wildsingapore.com
www.visualphoto.com
www.taibif.org
www.waterframe.com

Rabu, 05 November 2014

PROTISTA

PROTOZOA



Protozoa merupakan protista yang menyerupai hewan

Ciri-ciri protozoa

  • Bersel satu / uniseluler
  • Bentuk sel bervariasi
  • Berukuran mikroskopis
  • Eukariotik ( punya membran inti)
  • Umumnya bersifat heterotrof 
  • Habitat: perairan, tanah, dalam tubuh hewan atau manusia
  • Reproduksi: secara vegetatif dengan pembelahan biner / amitosis, secara generatif dengan konjugasi

Klasifikasi Protozoa

Berdasarkan alat geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi empat kelas :

1. Rhizopoda / Sarcodina
Alat gerak : kaki semu / pseudopodia
Contoh:
Amoeba proteus : hidup bebas / soliter

Foraminifera sp. : indikator / petunjuk adanya minyak bumi

Radiolaria sp. : untuk alat penggosok

Entamoeba histolitica : penyebab diare / disentri

Entamoeba coli : membantu pembusukan & pembentukan vitamin K

2. Mastigopora / Flagellata
Alat gerak : flagell / bulu cambuk
Contoh :
Trypanosoma gambiense : penyebab penyakit tidur

Trypanosoma cruzi : penyebab penyakit anemia
Trypanosoma evansi : penyebab penyakit surra pada ternak
Trypanosoma brucei : penyebab penyakit nagano pada ternak
Leismania donovani : penyebab penyakit kala azar

Noctiluca sp. : penyebab laut bercahaya pada waktu malam

3. Cilliata / influsoria
Alat gerak : cilia / bulu getar
Contoh :
Paramecium caudatum

Didinium sp. : pemangsa Paramecium
Vorticella sp.
Balantidium coli : penyebab penyakit balantidiasis
Stentor sp.

4.  Sporozoa
Tidak punya alat gerak
Contoh :
Plasmodium vivax : penyebab penyakit malaria tertiana ( siklus demam : 2 x 24 jam )
Plasmodium malaria : penyakit malaria quartana ( siklus demam : 3 x 24 jam)
Plasmodium falciparum : penyakit malaria tropikana ( siklus demam : tidak tentu)
Plasmodium ovale: penyakit malaria ovale ( siklus demam : 2 x 24 jam )



Referensi :
www.transtutors.com
www.sarwoedi.wordpress.com
www.infectionlandscape.org
www.protist.i.hosei.ac
www.wikipedia.org