quot;loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 09 November 2014

DAUR HIDUP ZYGOMYCOTINA

1. Hifa (+) dan hifa (-) saling berdekata


2. Pada masing-masing ujung hifa yang berdekatan tumbuh bakal gametangium dengan inti haploid

3. Bakal gametangium berubah menjadi gametangium dengan banyak inti (heterokariotik)

4. Dinding gametangium pecah, inti (+) dan inti (-) bergabung menghasilkan zigospora yang berisi inti-inti diploid.
Diantara inti-inti diploid yang terbentuk hanya satu yang hidup, inti-inti yang lain akan mengalami degenerasi. Zigospora tumbuh, dindingnya menebal dan tampak berwarna hitam serta banyak mengandung bahan makanan cadangan. Zigospora selanjutnya mengalami fase istirahat yang cukup lama

5. Zigospora mengalami pembelahan reduksi / meiosis

6. Bila kondisi lingkungan mendukung zigospora akan tumbuh dan membentuk sporangium. Inti haploid akan membelah secara mitosis menjadi inti-inti spora yang terdapat di dalam sporangium. Spora yang dihasilkan berupa spora (+) dan spora (-)

7. Sporangium yang telah masak dindingnya pecah dan spora tersebar keluar

8. Spora yang jatuh pada substrat yang sesuai akan tumbuh menjadi hifa / miselium. Spora (+) tumbuh menjadi hifa/miselium (+) dan spora (-) tumbuh menjadi hifa (-)

9. Setiap hifa / miselium dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk sporangium pada setiap ujung hifanya. Sporangium dari hifa (+) menghasilkan spora (+) dan sporangium dari hifa (-) menghasilkan spora (-)




Referensi :
www.science-biologi.blogspot.com
www.alkafyuone.wordpress.com

Kamis, 06 November 2014

PROTISTA (2)

ALGA


Alga merupakan protista yang mirip tumbuhan karena dapat berfotosintesis

Ciri - ciri alga
  1. Uniseluler dan ada juga yang multiseluler
  2. Bersifat eukariotik ( punya membran inti)
  3. Termasuk Thalophyta ( kelompok tumbuhan yang belum punya akar, batang dan daun sejati)
  4. Berklorofil dan punya pigmen dominan lainnya
  5. Fotoautotrof ( dapat berfotosintesis)
  6. Dinding sel umumnya tersusun atas selulosa
  7. Habitat : air tawar, air laut dan tempat lembab

Reproduksi alga
  • Secara vegetatif:
  1. Membelah diri
  2. Fragmentasi
  3. Pembentukan spora kembara
  • Secara generatif:
  1. Isogami : penyatuan dua gamet yang secara morfologis tidak berbeda, yaitu tidak terdiferensiasi menjadi makrogamet dan mikrogamet
  2. Oogami : bentuk reproduksi seksual yang menyangkut produksi gamet besar non motil yang dibuahi oleh gamet lebih kecil yang motil
  3. Anisogami : peleburan gamet-gamet yang berlainan ukuran dan atau motilitasnya
  4. Konjugasi : peristiwa transfer atau pemindahan bahan genetik dari satu individu ke individu lainnya
Klasifikasi alga
Berdasarkan pigmen yang dominan, alga dapat dibedakan  menjadi 4 kelas :

1. Alga hijau ( chlorophyta)
Pigmen dominan : kloroplas
Contoh : 
Chlorella sp. : untuk PST (protein sel tunggal)

Spirogyra sp.

Ulva sp. : sebagai sayuran

Chara sp.


2. Alga keemasan (chrysophyta)
Pigmen dominan : karoten
Contoh: 
Navicula sp. : membentuk tanah diatome, untuk bahan isolasi, bahan penggosok dan penyekat dinamit

Vaucheria sp.


3. Alga pirang / coklat ( phaeophyta)
Pigmen dominan : fikosantin
Contoh : 
Sargasum sp. : menghasilkan asam alginat untuk bahan kosmetik, plastik, obat-obatan

Turbinaria sp.

Laminaria sp. : sebagai sayuran, penghasil iodium


4. Alga merah ( rhodophyta)
Pigmen dominan : fikoeritrin
Contoh :
Gracilaria sp. : bahan agar-agar

Euchema sp. : bahan agar-agar

Gellidium sp. : bahan agar-agar



Referensi: 
www.bp.blogspot.com
www.planktonologiunpad.wordpress.c
www.protist.i.hosei.ac
www.aguskrisnoblog.wordpress.com
www.tnenvis.nic.in
www.gopixpic.com
www.wildsingapore.com
www.visualphoto.com
www.taibif.org
www.waterframe.com

Rabu, 05 November 2014

PROTISTA

PROTOZOA



Protozoa merupakan protista yang menyerupai hewan

Ciri-ciri protozoa

  • Bersel satu / uniseluler
  • Bentuk sel bervariasi
  • Berukuran mikroskopis
  • Eukariotik ( punya membran inti)
  • Umumnya bersifat heterotrof 
  • Habitat: perairan, tanah, dalam tubuh hewan atau manusia
  • Reproduksi: secara vegetatif dengan pembelahan biner / amitosis, secara generatif dengan konjugasi

Klasifikasi Protozoa

Berdasarkan alat geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi empat kelas :

1. Rhizopoda / Sarcodina
Alat gerak : kaki semu / pseudopodia
Contoh:
Amoeba proteus : hidup bebas / soliter

Foraminifera sp. : indikator / petunjuk adanya minyak bumi

Radiolaria sp. : untuk alat penggosok

Entamoeba histolitica : penyebab diare / disentri

Entamoeba coli : membantu pembusukan & pembentukan vitamin K

2. Mastigopora / Flagellata
Alat gerak : flagell / bulu cambuk
Contoh :
Trypanosoma gambiense : penyebab penyakit tidur

Trypanosoma cruzi : penyebab penyakit anemia
Trypanosoma evansi : penyebab penyakit surra pada ternak
Trypanosoma brucei : penyebab penyakit nagano pada ternak
Leismania donovani : penyebab penyakit kala azar

Noctiluca sp. : penyebab laut bercahaya pada waktu malam

3. Cilliata / influsoria
Alat gerak : cilia / bulu getar
Contoh :
Paramecium caudatum

Didinium sp. : pemangsa Paramecium
Vorticella sp.
Balantidium coli : penyebab penyakit balantidiasis
Stentor sp.

4.  Sporozoa
Tidak punya alat gerak
Contoh :
Plasmodium vivax : penyebab penyakit malaria tertiana ( siklus demam : 2 x 24 jam )
Plasmodium malaria : penyakit malaria quartana ( siklus demam : 3 x 24 jam)
Plasmodium falciparum : penyakit malaria tropikana ( siklus demam : tidak tentu)
Plasmodium ovale: penyakit malaria ovale ( siklus demam : 2 x 24 jam )



Referensi :
www.transtutors.com
www.sarwoedi.wordpress.com
www.infectionlandscape.org
www.protist.i.hosei.ac
www.wikipedia.org

Senin, 27 Oktober 2014

MONERA

MONERA



Ciri-ciri monera:

  • Bersel satu (uniseluler)
  • Prokariotik (tidak punya membran inti)

Monera mencakup kelompok bakteri Eubacteria, Archaebacteria dan alga biru (Cyanobacteria)


Eubacteria

Ciri-ciri Eubacteria

  • Dinding sel tersusun oleh peptidoglikan (asam amino dan gula)
  • Tidak mempunyai plastida
  • Kosmopolit (dapat hidup di mana-mana)
  • Bakteri tertentu dapat membentuk endospora jika lingkungan tidak menguntungkan (contoh pada semua spesies Bacillus, Clostridium dan Sporocarsina)

Struktur tubuh Eubacteria



1. Flagellum (jamak: flagella)
  • Tidak semua bakteri memiliki flagellum
  • Komposisi kimiawi: protein (disebut flagelin)
  • Fungsi: menyebabkan motilitas ( untuk pergerakan)
2. Pili (tunggal: pilus) / fimbriae (tunggal:       fimbria)
  • Komposisi kimiawi: protein
  • Fungsi: sebagai tabung konjugasi, untuk perlekatan sel
3.Kapsul atau lapisan lendir
  • Komposisi kimiawi: polisakarida, polipeptida/protein
  • Fungsi: sebagai pelindung, gudang makanan cadangan, menambah virulensi (kemampuan untuk menginfeksi)
4. Dinding sel
  • Komposisi kimiawi: peptidoglikan (menyebabkan kakunya dinding sel), asam tekoat, polisakarida, lipid dan protein
  • Fungsi: sebagai pelindung
5. Membran plasma / membran sitoplasma
  • Komposisi kimiawi: lipid, protein
  • Fungsi: berperan dalam mekanisme transport zat
6. Mesosom
  • Terbentuk dari lipatan/invaginasi membran plasma ke arah dalam
  • Komposisi kimiawi: lipid, protein
  • Fungsi: respirasi sel, sintesis dinding sel

7. Ribosom
  • Komposisi kimiawi: protein
  • Fungsi: sintesis protein

8. Nukleoid
  • Merupakan seluruh bahan genetik (DNA) bakteri

Klasifikasi Eubacteria

Berdasarkan bentuk:

1. Coccus (bulat) :
  • Monococcus
    Contoh: Neisseria gonorhoeae
  • Diplococcus
    Contoh: Diplococcus pneumaticus
  • Streptococcus
    Contoh: Streptococcus pyrogenes
  • Staphylococcus
    Contoh: Staphylococcus aureus
  • Sarcina
    Bentuk seperti kubus
    Contoh: Sarcina ventriculi

2. Bacillus (batang)
  • Monobacillus
    Contoh: Escherichia colli
  • Diplobacillus
    Contoh: Salmonella thyposa
  • Streptobacillus
    Contoh: Acetobacter xylinum

3. Vibrio (koma)
    Contoh: Vibrio cholera

4. Spirilum ( spiral)
    Contoh: Spirillum volutans

5. Spirochaeta
    Contoh : Treponema pallidum



Berdasarkan letak dan jumlah flagel

1. Atrik : tidak punya flagel
2. Monotrik : punya satu flagel pada salah satu ujung sel
3. Lopotrik : punya lebih dari satu flagel pada salah satu ujung sel
4. Ampitrik : punya lebih dari satu  flagel  pada dua ujung sel
5. Peritrik : punya flagel di seputar / sekeliling sel



Berdasarkan ketebalan peptidoglikan pada dinding sel

1. Bakteri gram positif
  • Peptidoglikan tebal
  • Setelah pengecatan dengan violet dan iodine menghasilkan warna ungu dan tidak dapat dihilangkan warnanya dengan etil alkohol 95%
  • Lebih rentan terhadap penisilin
  • Lebih resisten terhadap gangguan fisik
  • Contoh : Streptococcus sp. ; Sarcina sp. ; Leuconostoc sp.

2. Bakteri gram negatif
  • Peptidoglikan tipis dan tertutup oleh sebuah lapisan lipopolisakarida
  • Setelah pengecatan dengan counterstain menghasilkan warna merah dan dapat dihilangkan warnanya dengan etil alkohol 95%
  • Kurang rentan terhadap penisilin
  • Kurang resisten terhadap gangguan fisik
  • Contoh : Escherichia colli; Shigella sp. ; Salmonella sp.

Berdasarkan cara memperoleh makanan

1. Bakteri autotrof
Dapat membuat makanan sendiri
  • Fotoautotrof
Dapat melakukan fotosintesis
Mengandung pigmen bakterioklorofil
Contoh: Rhodospirilium sp. ;                     Chromatium sp. ; Chlorobium sp.
  • Kemoautotrof
Dapat membuat makanan sendiri dengan energi dari oksidasi zat-zat kimia anorganik
Contoh: Nitrosomonas sp. ; Nitrosococcus sp. ; Nitrobacter sp.

2. Bakteri heterotrof
Tidak dapat membuat makanan               sendiri
  • Saprofit
Mendapatkan bahan organik dari             organisme yang telah mati atau               membusuk
Contoh : Pseudomonas cocovenenas;       Clostridium botulinum
  • Parasit
Mendapatkan bahan organik dari organisme lain
Contoh: Bacillus antraxis ;                          Xantomonas citri ; Actynomyces bovis

Berdasarkan kebutuhan oksigen 

1. Bakteri aerob
Hanya tumbuh atau dapat hidup bila     ada oksigen bebas
Contoh: Brucella sp. ; Neisseria                 gonorhoeae ; Neisseria meningitidis

2. Bakteri anaerob
  • Anaerob fakultatif
Dapat tumbuh atau hidup walaupun       tanpa oksigen atau ada oksigen
Contoh: Escherichia colli ; Shigella sp. ; Vibrio cholera
  • Anaerob obligat
Hanya dapat tumbuh atau hidup             tanpa oksigen bebas
Contoh : Clostridium sp. ; Lactobacillus bulgaricus ; Bacteriodes sp.

Reproduksi bakteri

1. Secara vegetatif
Dengan amitosis / pembelahan biner / membelah diri

2. Secara paraseksual
Pertukaran materi genetik tanpa melalui pembentukan zigot
  • Transformasi
Perpindahan mateti genetik melalui proses fisiologi
  • Konjugasi
Perpindahan materi genetik melalui jembatan sitoplasma
  • Transduksi
Perpindahan materi genetik dengan perantara virus


Peranan Eubacteria

Menguntungkan :

1. Escherichia coli : membantu membusukkan sisa pencernaan makanan di usus besar manusia


2. Lactobacillus bulgaricus : berperan dalam fermentasi susu menjadi yoghurt

3. Nitrosomonas sp. : berperan dalam oksidasi amonia menjadi nitrit


4. Acetobacter xylinum : berperan dalam pembuatan nata de coco

5. Bacillus subtilis : penghasil antibiotik basitrasin


Merugikan :

1. Treponema pallidum : penyebab penyakit sifilis / raja singa


2. Neisseria gonorheae : penyebab penyakit gonorhoe / kencing bernanah
3.Mycobacterium tubercolusis : penyebab penyakit TBC


4. Shigella dysentriae : penyebab penyakit disentri




Selasa, 14 Oktober 2014

Istilah-Istilah Berkaitan dengan Virus

ISTILAH-ISTILAH TERKAIT VIRUS


  • Kapsid : selubung protein pada virus yang terdapat asam nukleat di dalamnya
  • Kapsomer : subunit penyusun kapsid
  • Virion : virus yang sempurna secara struktural, matang serta mampu menginfeksi
  • Viroid : molekul-molekul kecil dari RNA sirkular yang menginfeksi tanaman

  • Virulen : mikroorganisme yang mampu menyebabkan penyakit 

  • Daur litik : daur hidup virus yang meliputi tahapan adsorbsi, penetrasi/infeksi, replikasi, sintesis, perakitan/eklifase dan lisis
  • Daur lisogenik : daur hidup virus yang meliputi tahapan adsorbsi, penetrasi/infeksi, penggabungan/ pembentukan profage dan pembelahan sel
  • Eklifase : tahap perakitan struktur virus di dalam sel inang
  • Profage/provirus : DNA virus yang berintegrasi dengan DNA sel inang
  • Prion : protein infeksi penyebab beberapa penyakit degeneratif otak
  • Induksi spontan :  proses perubahan daur hidup virus dari daur lisogenik menjadi litik, dapat disebabkan karena radiasi sinar ultraviolet atau paparan zat kimia
  • Konversi lisogenik : fenomena mempunyai suatu profage yang dapat menyebabkan perubahan dalam sifat-sifat suatu bakteri inang dalam lisogeni
  • Viropeksis : penelanan seluruh virion oleh sel inang dengan suatu proses fagositik
  • Interferon : suatu protein yang dihasilkan oleh sel-sel yang terinfeksi  virus yang mencegah terjadinya infeksi pada sel-sel yang sehat

Kamis, 09 Oktober 2014

JARINGAN HEWAN

JARINGAN HEWAN


Jaringan pada hewan terdiri dari:
  1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang membentuk suatu lapisan yang menutupi permukaan tubuh atau melapisi ruang-ruang di dalam tubuh.

Berdasarkan bentuk sel dan jumlah lapisan sel, epitel dapat dikelompokkan menjadi :

  • Jaringan epitel pipih selapis
Fungsi: pertukaran zat secara difusi
Terdapat pada: peritonium, jantung, alveolus, pembuluh darah

  • Jaringan epitel pipih berlapis
Fungsi: proteksi
Terdapat pada: epidermis kulit, rongga mulut

  • Jaringan epitel kubus selapis
Fungsi: sekresi
Terdapat pada: kelenjar, ovarium, ginjal

  • Jaringan epitel kubus berlapis
Fungsi: proteksi, sekresi
Terdapat pada: kelenjar keringat, kelenjar minyak

  • Jaringan epitel silindris selapis
Fungsi: sekresi, absorbsi
Terdapat pada: usus, lambung

  • Jaringan epitel silindris berlapis
Fungsi: ekskresi,sekresi
Terdapat pada: uretra, kelenjar ludah

  • Jaringan epitel silindris bersilia berlapis semu
Fungsi: pergerakan partikel yang ada di atas silia
Terdapat pada: saluran reproduksi (tuba falopi), saluran pernafasan

  • Jaringan epitel transisional
Fungsi: proteksi pada bagian yang mudah berubah volumenya
Terdapat pada: kantung kemih, ureter, ginjal



2. Jaringan Otot


Jaringan otot tersusun oleh sel-sel yang berperan dalam menggerakkan bagian-bagian tubuh. Jaringan otot mempunyai kemampuan berkontraksi karena mengandung protein kontraktil yang disebut miofibril. 
Jaringan otot terdiri dari otot polos, otot jantung dan otot lurik.



3. Jaringan Saraf


Jaringan saraf terdiri dari sel-sel yang mempunyai tonjolan-tonjolan yang berfungsi menghantarkan impuls dalam tugas koordinasi kegiatan alat-alat tubuh.


4. Jaringan Penyokong

Jaringan penyokong mempunyai ciri berupa adanya matriks interseluler. Berdasarkan sifat dari matriksnya, jaringan penyokong dapat dikelompokkan menjadi:

  • Jaringan lemak/adiposa

Tersusun atas sel-sel (adiposit) dan matriks berupa lemak

  • Jaringan ikat padat

Tersusun atas sel-sel (fibrosit) dan matriks berupa serat kolagen

  • Jaringan ikat longgar

Tersusun atas sel-sel (fibrosit) dan matriks berupa serat kolagen, serat elastis dan serat retikuler

  • Jaringan tulang rawan/kartilago

Tersusun atas sel-sel (kondrosit) dan matriks berupa kondrin
Jaringan kartilago dibedakan menjadi 3 macam: kartilago hyalin, kartilago fibrosa dan kartilago elastis

  • Jaringan tulang keras/osteon

Tersusun atas sel-sel (osteosit, osteoblast, osteoklast) dan matriks berupa kolagen, kalsium karbonat, dan kalsium fosfat

  • Jaringan darah

Tersusun atas sel-sel (eritrosit, leukosit, trombosit) dan matriks berupa plasma