Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan :
1. Keanekaragaman hayati tingkat gen
Merupakan keanekaragaman individu-individu dalam satu spesies yang disebabkan karena perbedaan gen
Ciri : spesies/jenis sama
gen atau varietas berbeda
Contoh :
a. Padi (Oryza sativa) rojolele, padi atomita, padi IR 64
b. Mangga (Mangifera indica) arum manis, mangga manalagi, mangga golek
c. Pisang (Musa paradisiaca) ambon, pisang kepok, pisang raja
d. Kelapa (Cocos nucifera) hijau, kelapa gading, kelapa kopyor
2. Keanekaragaman tingkat spesies/jenis
merupakan keanekaragaman individu-individu yang berbeda spesies tetapi masih mempunyai hubungan kekerabatan
Ciri : spesies/ jenis berbeda
genus/ family/ ordo /class/ divisi/filum sama
Contoh :
a. Jeruk bali, jeruk lemon, jeruk nipis
b. Jambu biji, jambu air, jambu monyet
c. Kelapa hijau, aren, siwalan, lontar
d. Kucing, anjing, harimau
3. Keanekaragaman tingkat ekosistem
merupakan keanekaragaman ekosistem-ekosistem yang ada di biosfer beserta vegetasi utamanya
contoh: gurun, hutan hujan tropis, tundra, taiga
Senin, 27 April 2015
Kamis, 22 Januari 2015
BRYOPHYTA
Bryophyta familiar dengan nama tumbuhan lumut
Ciri-ciri tumbuhan lumut :
Struktur tubuh
Ciri-ciri tumbuhan lumut :
- Multiseluler (bersel banyak)
- Eukariotik
- Akar berupa rhizoid
- Merupakan peralihan dari tumbuhan talus (thalophyta) ke tumbuhan kormophyta (tumbuhan yg sudah dapat dibedakan akar, batang dan daun sejati)
- Belum punya berkas pembuluh
- Berklorofil
- Bersifat autotrof (fotoautotrof)
- Kosmopolit (mudah dijumpai di berbagai tempat)
- Habitat : di tempat yang lembab
Struktur tubuh
Klasifikasi
Tumbuhan lumut dikelompokkan menjadi 3 :
1. Hepaticeae (lumut hati)
Contoh :
Marchantia polymorpha
2. Musci (lumut daun)
Contoh :
Sphagnum .sp
3. Antocerotae (lumut tanduk)
Contoh :
Antoceros .sp
Reproduksi :
Lumut dapat mengalami metagenesis /pergiliran keturunan
Peranan:
- Berperan sebagai produsen dan tumbuhan perintis di ekosistem
- Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat penyakit hepatitis
- Sphagnum .sp dapat digunakan sebagai bahan pengganti kapas
Senin, 29 Desember 2014
PLANTAE
Ciri - ciri :
- Multiseluler
- Eukariotik
- Berklorofil
- Bersifat fotoautotrof
Klasifikasi :
Terbagi menjadi
1. Bryophyta (tumbuhan lumut)
- Merupakan peralihan dari Thalophyta (tumbuhan yang belum punya akar, batang dan daun sejati) ke Kormophyta (tumbuhan yang sudah dapat dibedakan akar, batang dan daun sejati)
- Akar berupa rhizoid
- Belum punya berkas pembuluh
- Mengalami metagenesis / pergiliran keturunan)
2. Pteridophyta (tumbuhan paku)
- Merupakan kormophyta berspora
- Akar serabut
- Mempunyai berkas pembuluh
- Mengalami metagenesis
3. Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
- Merupakan kormophyta (dapat dibedakan akar, batang dan daun sejati)
- Mempunyai berkas pembuluh
- Menghasilkan biji sebagai alat reproduksi generatif
Selasa, 25 November 2014
VIRUS
VIRUS
Ciri-ciri virus
- Bukan merupakan sel karena tidak mempunyai protoplasma
- Hanya dapat berkembang biak pada sel hidup
- Hanya memiliki satu jenis asam nukleat yaitu DNA atau RNA
- Berukuran sangat kecil (mikroskopis)
- Dapat dikristalkan
- Bentuk bervariasi (bulat, oval, batang, silindris, amorf, bentuk T)
Struktur tubuh virus
Bagian penutup :
1. Amplop /sampul
2. Kapsid
Bagian dalam :
1. Asam nukleat
2. Beberapa jenis protein (enzim)
3. Lipid / lemak
4. Karbohidrat
Contoh struktur bacteriofage (virus yang menginfeksi bakteri
1. Daur Litik
Tahapan:
Virus melekat / menempel pada dinding sel atau membran sel inang
Masuknya asam nukleat virus ke dalam sel inang
Penggandaan asam nukleat virus dan sintesis / penyusunan protein virus
Komponen-komponen virus dirakit menjadi partikel-partikel virus yang matang
Sel inang lisis / pecah membebaskan parikel-partikel virus hasil dari perakitan
2. Daur Lisogenik
Tahapan:
Virus melekat / menempel pada dinding sel atau membran sel inang
Masuknya asam nukleat virus ke dalam sel inang
Asam nukleat virus bergabung dengan asam nukleat sel inang sehingga terbentuk profage
Sel inang mengalami pembelahan sehingga menghasilkan sel-sel anak yang masing-masing mengandung profage
1. Virus RNA / Ribovirus
2. Virus DNA / Deoksiribovirus
Merugikan :
tembakau
Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) : penyakit degenerasi floem pada tanaman jeruk
Tungro virus : penyebab penyakit pada tanaman padi
Rhabdovirus : penyebab penyakit rabies
Polyoma virus : penyebab tumor pada hewan ternak
Rous sarcoma virus : penyebab kanker pada ayam
Foot and mouth disease virus (FMD Virus) : penyebab penyakit kaki dan mulut pada hewan ternak
New castle disease virus (NCD Virus) : penyebab penyakit tetelo pada ayam
Contoh:
Polio virus : penyebab penyakit polio
Corona virus : penyebab penyakit SARS
Dengue virus : penyebab penyakit demam berdarah
Herpes varicella zooster virus : penyakit cacar air
Herpes simplex genitalia virus : penyakit herpes pada organ reproduksi
Hepatitis virus : penyebab penyakit hepatitis
Influenza virus : penyebab penyakit influenza
Ebola virus : penyebab penyakit ebola
Human Imunodeficiency Virus (HIV) : penyebab penyakit HIV / AIDS
1. Amplop /sampul
- Tidak terdapat pada semua virus
- Merupakan suatu selaput / membran luar yang membungkus kapsid dan tersusun dari lipoprotein
- Beberapa sampul / amplop mempunyai proyeksi permukaan yang disebut duri yang tersusun dari glikoprotein
2. Kapsid
- Terdapat pada semua virus
- Tersusun dari kapsomer-kapsomer yang berupa protein
Bagian dalam :
1. Asam nukleat
- Berupa DNA atau RNA
- Pada satu jenis virus hanya terdapat satu macam asam nukleat
2. Beberapa jenis protein (enzim)
- Contoh enzim yang terdapat pada virus: lisozim, neuraminidase
3. Lipid / lemak
- Meliputi : fosfolipid, glikolipid, asam lemak, aldehid lemak, dan kolesterol
4. Karbohidrat
- Semua virus mengandung asam nuklear yang salah satu komponen penyusunnya adalah karbohidrat berupa gula ribosa atau deoksiribosa
Contoh struktur bacteriofage (virus yang menginfeksi bakteri

Daur hidup virus
Macam :1. Daur Litik
Tahapan:
- Adsorbsi / penempelan / pelekatan
Virus melekat / menempel pada dinding sel atau membran sel inang
- Penetrasi / infeksi
Masuknya asam nukleat virus ke dalam sel inang
- Replikasi dan sintesis
Penggandaan asam nukleat virus dan sintesis / penyusunan protein virus
- Perakitan
Komponen-komponen virus dirakit menjadi partikel-partikel virus yang matang
- Lisis
Sel inang lisis / pecah membebaskan parikel-partikel virus hasil dari perakitan2. Daur Lisogenik
Tahapan:
- Adsorbsi / penempelan
Virus melekat / menempel pada dinding sel atau membran sel inang
- Penetrasi / infeksi
Masuknya asam nukleat virus ke dalam sel inang
- Penggabungan
Asam nukleat virus bergabung dengan asam nukleat sel inang sehingga terbentuk profage
- Pembelahan
Sel inang mengalami pembelahan sehingga menghasilkan sel-sel anak yang masing-masing mengandung profageKlasifikasi virus
Berdasarkan jenis asam nukleatnya, virus dikelompokkan menjadi:1. Virus RNA / Ribovirus
- Mempunyai asam nukleat berupa RNA
- Contoh : Rhabdovirus, virus arena, virus ebola, virus influenza (orthomyxovirus), virus hepatitis
2. Virus DNA / Deoksiribovirus
- Mempunyai asam nukleat berupa DNA
- Contoh : virus herpes,virus mozaik, virus papova
Peranan virus
Menguntungkan :- Berperan dalam pemindahan materi genetik dari suatu bakteri ke bakteri lain melalui proses transduksi
- Dalam bioteknologi dimanfaatkan untuk memacu pembentukan interferon
- Virus pada tumbuhan tulip menyebabkan adanya variasi warna mahkota bunga
- Beberapa virus yang tidak patogen dimanfaatkan untuk penelitian biomedis
Merugikan :
- Menyebabkan penyakit pada tumbuhan
Tobacco Mozaic Virus (TMV) : penyebab bercak kuning / coklat pada tanaman
Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) : penyakit degenerasi floem pada tanaman jeruk
Tungro virus : penyebab penyakit pada tanaman padi
- Menyebabkan penyakit pada hewan
Rhabdovirus : penyebab penyakit rabies
Polyoma virus : penyebab tumor pada hewan ternak
Rous sarcoma virus : penyebab kanker pada ayam
Foot and mouth disease virus (FMD Virus) : penyebab penyakit kaki dan mulut pada hewan ternak
New castle disease virus (NCD Virus) : penyebab penyakit tetelo pada ayam
- Menyebabkan penyakit pada manusia
Contoh:
Polio virus : penyebab penyakit polio
Corona virus : penyebab penyakit SARS
Dengue virus : penyebab penyakit demam berdarah
Herpes varicella zooster virus : penyakit cacar air
Herpes simplex genitalia virus : penyakit herpes pada organ reproduksi
Hepatitis virus : penyebab penyakit hepatitis
Influenza virus : penyebab penyakit influenza
Human Imunodeficiency Virus (HIV) : penyebab penyakit HIV / AIDS
Selasa, 18 November 2014
MONERA (3)
ARCHAEBACTERIA
Archaebacteria termasuk ke dalam kingdom Monera
Ciri-ciri Archaebacteria
- Uniseluler /bersel satu
- Prokariotik
- Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan
- Membran plasma mengandung lipid
- Reproduksi : secara aseksual dengan pembelahan biner, paraseksual dengan transformasi, konjugasi, transduksi
Klasifikasi Archaebacteria
Berdasarkan habitatnya dapat dikelompokkan menjadi:
1. Methanogen
- Bersifat anaerob dan kemoautotrof
- Habitat: di lumpur; rawa; saluran pencernaan sapi, manusia, rayap
Lachnospira multiparus : hidup pada usus sapi, berperan dalam memecah/ mencerna pektin
Succinomonas amylolytica : hidup di usus sapi, berperan memecah amilum
Ruminococcus albus : hidup pada usus sapi, berperan memecah selulosa
Methanobacterium sp. : berperan dalam produksi metana (biogas)
Methanobacterium sp. : berperan dalam produksi metana (biogas)
2. Halofil
- Sebagian besar bersifat aerob dan heterotrof, beberapa bersifat anaerob fotosintetik dengan pigmen bakteriorodopsin
- Habitat di lingkungan berkadar garam tinggi (danau garam / Great Salt, laut mati, makanan bergaram tinggi)
Contoh:
Halobacterium sp.
3. Thermoasidofil
- Bersifat kemoautotrof
- Habitat di lingkungan bersuhu tinggi dan lingkungan yang ber-pH rendah (asam), contoh: kawah vulkanik, mata air bersulfur
Contoh:
Sulfolobus sp.
Referensi:
www.microbewiki.kenyon.ed
www.bp.blogspot.com
www.wikipedia.org
www.citizendium.org
www.tms.org
Sabtu, 15 November 2014
MONERA (2)
CYANOBACTERIA
Dalam sistem klasifikasi yang baru, cyanobacteria dimasukkan satu kelompok dengan eubacteria
Ciri-ciri cyanobacteria:
- Bersel satu / uniseluler
- Prokariotik
- Mempunyai klorofil tersebar di sitoplasma
- Pigmen utama : fikosianin
- Bersifat fotoautotrof
- Reproduksi dengan membelah diri danfragmentasi
Contoh:
Spirulina sp. : bahan makanan kaya protein ( protein sel tunggal)
Nostoc sp. : mampu memfiksasi nitrogen bebas
Anabaena sp. : mampu memfiksasi nitrogen bebas
Struktur tubuh Anabaena sp.
Heterokista (heterocyst) : sel berdinding tebal berfungsi untuk fiksasi nitrogen
Baeosit : sel bulat hasil dari reproduksi yang berfungsi untuk fotosintesis
Akinet: sel berdinding tebal berfungsi untuk pertahanan diri dan kaya cadangan makanan
Referensi:
www.kdi-philippines.blogspot.com
www.protist.i.hosei.ac
wwww.bp.blogspot.com
Senin, 10 November 2014
FUNGI
FUNGI
Ciri-ciri Fungi
- Organisme eukariotik
- Tubuh tersusun atas benang-benang yang disebut hifa yang dapat membentuk kumpulan benang yang disebut miselium
- Dinding sel umumnya dari zat kitin
- Belum punya pembuluh angkut ( termasuk kelompok Atracheophyta)
- Heterotrof (saprofit atau parasit)
- Tidak berklorofil
- Habitat di tempat lembab
Klasifikasi Fungi
Fungi dapat dibedakan menjadi 4 kelas :
1. Zygomycotina
Ciri-ciri :
- Hifa tidak bersekat (senositik)
- Saprofit
- Ada yang dapat bersimbiosis dengan akar tanaman membentuk mikoriza
- Reproduksi seksual : menghasilkan zigospora
- Reproduksi aseksual : sporangiospora yang dihasilkan oleh sporangium
Contoh :
Rhizopus oryzae : untuk pembuatan tempe
Mucor mucedo : membusukkan roti
2. Ascomycotina
Ciri-ciri:
- Hifa / miselium bersekat (asenositik)
- Cara hidup saprofit ada juga yang parasit
- Ada yag bersel satu dan ada yang bersel banyak membentuk tubuh buah (askokarp)
- Reproduksi seksual : menghasilkan askospora ( untuk ascomycotina bersel banyak / nultiseluler), dengan konjugasi ( untuk ascomycotina bersel satu / uniseluler)
- Reproduksi aseksual : konidiaspora ( untuk yang multiseluler), tunas ( untuk tang uniseluler)
Contoh :
Uniseluler :
Saccharomyces cereviceae : untuk pembuatan tape, bir, roti
Saccharomyces ellipsoideus: fermentasi anggur
Candida albicans: penyakit keputihan dan sariawan
Multiseluler:
Penicillium notatum : penghasil antibiotik
Penicillium camemberti : pembuatan keju
Neurospora crassa: pembuatan oncom
Aspergillus wentii: pembuatan kecap
Aspergillus flavus: penghasil racun aflatoksin
3. Basidiomycotina
- Ciri-ciri:
- Umumnya makroskopis dan multiseluler
- Hifa bersekat ( asenositik)
- Tubuh seperti payung
- Mempunyai tubuh buah (basidiokarp) kecuali jamur api dan jamur karat
- Reproduksi seksual : nenghasilkan basidiospora
- Reproduksi aseksual : spora vegetatif / konidiaspora
- Contoh:
Auricularia polytrica (jamur kuping) : dapat dijadikan bahan makanan
Volvariella volvacea (jamur merang) : dapat dijadikan bahan makanan
Ganoderma applanatum (jamur kayu): berperan dalam proses pelapukan
Puccinia graminis : parasit, menimbulkan bercak coklat pada daun
4. Deuteromycotina
Ciri-ciri :
- Mikroskopis
- Hifa bersekat (asenositik)
- Disebut fungi imperfecti
- Reproduksi seksual : belum diketahui
- Reproduksi aseksual : konidiaspora
Contoh:
Epidermophyton sp. : penyebab penyakit kaki atlet
Tinea sp. : penyebab penyakit kurap
Referensi:
www.jenis-jamore.blogspot.com
www.microbewiki.kenyon.edu
www.bp.blogspot.com
www.botit.botany.wisc.edu
www.fitriaalfirufaida.wordpress.com
www.colormagicphotography.com
www.visualphotos.com
www.optimalhealtnetwork.com
www.fgsc.net
www.schimmel-shimmelpiz.de
www.bioref.lastdragon.org
www.mycology.adelaide.edu
Langganan:
Postingan (Atom)

















































