quot;loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 05 Juli 2026

PROSES TERJADINYA HUJAN ASAM

Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil (batu bara pada pembangkit listrik), asap knalpot kendaraan bermotor, dan proses industri melepaskan gas SO2/SO3 dan NO2/NO3 ke udara. Selain itu, faktor alami seperti letusan gunung berapi juga menyumbang gas ini ke atmosfer.

Di atmosfer, partikel gas SO2/SO3 dan NO2/NO3 bercampur dan bereaksi dengan oksigen, air, serta bahan kimia lainnya. Reaksi ini menghasilkan senyawa asam yang lebih kuat, yakni asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). Zat asam tersebut bercampur dan larut dalam titik-titik air di awan. Ketika kondisi atmosfer tidak lagi mampu menahan berat titik air tersebut, asam akan jatuh ke permukaan bumi melalui proses presipitasi berupa hujan, salju, maupun kabut.

Proses kimianya terjadi dalam beberapa tahapan:
  1. Gas sulfur dioksida (SO2)) yang berada di udara dapat teroksidasi oleh oksigen sehingga berubah menjadi gas sulfur trioksida (SO3).
    Reaksi: 2SO2 + O2 ➡️2SO3
  2. Gas SO3 yang terbentuk sangat reaktif dan akan segera bereaksi dengan uap air (H2O) yang ada di udara untuk membentuk asam sulfat (H2SO4). Reaksi: SO3 + H2O ➡️H2SO4
  3. Selain itu, jika SO2 langsung larut dalam titik-titik air hujan sebelum teroksidasi, gas ini akan membentuk asam sulfit (H2SO3).

Jumat, 27 Maret 2026

MACAM ORGANISME PENYUSUN EKOSISTEM AIR

Macam-macam organisme di ekosistem air/aquatik berdasarkan kelompok habitatnya:

1. Plankton (Organisme Mengapung/Pasif):

a. Fitoplankton: berupa organisme yang dapat melakukan fotosintesis. Contoh: alga biru dan alga hijau.

b. Zooplankton: berupa organisme/ hewan tingkat rendah yang memakan fitoplankton. Contoh : protozoa dan krustasea kecil

2. Nekton (Organisme Perenang Aktif): Hewan air yang dapat berenang bebas, seperti ikan, cumi-cumi, penyu, ular air, dan mamalia laut (lumba-lumba, paus).

3. Bentos (Organisme Dasar): Organisme yang hidup di dasar perairan atau dalam sedimen, seperti cacing, udang, kepiting, kerang, dan teripang.

4. Neuston (Organisme Permukaan): Organisme yang mengapung di permukaan air, contohnya serangga air, teratai, eceng gondok, dan teritip terapung.

5. Perifiton (Organisme Melekat): Organisme yang tumbuh menempel pada batang tumbuhan air atau substrat lain, seperti ganggang dan siput.


Kamis, 10 Juli 2025

HAKIKAT SAINS

Definisi Sains

Sains merupakan metode sistematis yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan tentang alam semesta melalui observasi dan penelitian yang terorganisir.

 

B Hakikat Sains

Hakikat sains dalam biologi mencakup aspek produk, proses, dan sikap ilmiah. Sebagai produk, sains biologi menghasilkan fakta, konsep, prinsip, teori, dan hukum tentang kehidupan.

 

C Definisi Biologi

Kata biologi berasal dari bahasa Yunani:

1. Bios berarti hidup

2. Logos berarti ilmu

Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala hal yang berhubungan dengan kehidupan.

 

D Cabang-Cabang Biologi

Biologi terbagi menjadi beberapa cabang ilmu. Contohnya:

1.      Zoologi mempelajari tentang hewan

2.      Botani mempelajari tentang tumbuhan

3.      Bakteriologi mempelajari tentang bakteri

4.      Virologi mempelajari tentang virus

5.      Sitologi mempelajari tentang sel

6.      Genetika mempelajari tentang gen/pewarisan sifat

7.      Entomologi mempelajari tentang serangga

8.      Ornitologi mempelajari tentang burung

9.      Mamologi mempelajari tentang mamalia

10.  Ekologi mempelajari tentang ekosistem/hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya

11.  Iktiologi mempelajari tentang ikan

12.  Mikrobiologi mempelajari tentang mikroorganisme

13.  Parasitologi mempelajari tentang parasit

14.  Patologi mempelajari tentang penyakit

15.  Histologi mempelajari tentang jaringan

 

E. Kedudukan Biologi Dengan Ilmu Lain

Biologi merupakan bagian dari sains/ilmu pengetahuan alam yang memiliki kedudukan yang sama dengan fisika, kimia dan ilmu pengetahuan bumi antariksa (earth sciense), geofisika dan astronomi

Biologi mempunyai hubungan/keterkaitan dengan ilmu lain, contohnya:

1.      Kaitan biologi dengan kimia (Biokimia)

Mempelajari proses-proses kimiawi dalam sistem kehidupan

2.      Kaitan biologi dengan geografi (Biogeografi)

Mempelajari tentang persebaran geografis makhluk hidup

3.      Kaitan biologi dengan ekonomi

Biologi memberikan pemahaman tentang berbagai sumber daya alam yang penting bagi ekonomi seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.

4.      Kaitan biologi dengan fisika (biofisika)

Mempelajari tentang proses-proses fisika yang berkaitan dengan kehidupan

 

F.    Hierarki Organisme

Dunia Kehidupan merupakan suatu hierarki dalam konteks biologi

Setiap hierarki menunjukkan tingkatan struktur biologis.

Urutan hierarki/tingkat kehidupan dari yang terendah:

1.      Molekul

2.       Sel

3.      Jaringan

4.      Organ

5.      Sistem organ

6.      Organisme/individu

7.      Populasi

8.      Komunitas

9.      Ekosistem (Ekosistem yang berukuran besar disebut Bioma)

10.   Biosfer

 

GMetode Ilmiah

Urutan Langkah metode ilmiah:

1.      Merumuskan masalah

2.      Melakukan observasi / pengamatan/pengumpulan data awal

3.      Menyusun hipotesis/dugaan sementara

4.      Melakukan eksperimen/percobaan

5.      Melakukan analisis hasil eksperimen

6.      Menarik kesimpulan

7.      Menguji kesimpulan

 

H Ketrampilan proses

    Merupakan ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang peneliti.

Terdiri dari:

1.      Observasi

2.      Prediksi

3.      Interpretasi

4.      Klasifikası

5.      Komunikasi

6.      Mengajukan pertanyaan

7.      Menerapkan konsep

8.      Merencanakan percobaan

 

I.    Sikap Ilmiah

Merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti

Contoh sikap ilmiah :

1.      Rasa ingin tahu

2.      Berpikir kritis

3.      Tidak mudah percaya

4.      Tekun dan teliti

5.      Terbuka

6.      Jujur dan bertanggung jawab

 

J.   Alat-alat Laboratorium

Contoh alat Laboratorium dan fungsinya :

1.      Tabung reaksi : fungsi untuk menampung bahan kimia/larutan dalam jumlah sedikit

2.      Mikroskop : fungsi untuk mengamati objek yg berukuran kecil/mikroskopik

3.      Erlenmeyer : untuk melakukan titrasi, kultivas mikroorganisme dan reaksi kimia

4.      Termometer : fungsi untuk mengukur suhu

5.      Timbangan : untuk menimbang bahan kimia

6.      Gelas ukur : untuk mengukur volume cairan dengan tingkat ketelitian sedang

7.      Pipet ukur : untuk mengambil cairan dalam volume tertentu dengan tingkat ketelitian lebih tinggi daripada gelas ukur

8.      Cawan petri : untuk menumbuhkan mikroorganisme atau sel

9.      Mortar dan alu : untuk menghaluskan atau menghancurkan zat padat

10.  Pipet tetes : untuk mengambil dan memindahkan cairan dalam jumlah kecil

 


 

Sabtu, 05 Juli 2025

JARINGAN HEWAN



Jaringan pada hewan terdiri dari:


1.     Jaringan Epitel

Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang membentuk suatu lapisan yang menutupi permukaan tubuh atau melapisi ruang-ruang di dalam tubuh.

Berdasarkan bentuk sel dan jumlah lapisan sel, epitel dapat dikelompokkan menjadi:

*Jaringan epitel pipih selapis

Fungsi: pertukaran zat secara difusi

Terdapat pada: peritonium, jantung, alveolus, pembuluh darah

*Jaringan epitel pipih berlapis

Fungsi: proteksi

Terdapat pada: epidermis kulit, rongga mulut

*Jaringan epitel kubus selapis

Fungsi: sekresi

Terdapat pada: kelenjar, ovarium, ginjal

*Jaringan epitel kubus berlapis

Fungsi: proteksi, sekresi

Terdapat pada: kelenjar keringat, kelenjar minyak

*Jaringan epitel silindris selapis

Fungsi: sekresi, absorbsi

Terdapat pada: usus, lambung

*Jaringan epitel silindris berlapis

Fungsi: ekskresi,sekresi

Terdapat pada: uretra, kelenjar ludah

*Jaringan epitel silindris bersilia berlapis semu

Fungsi: pergerakan partikel yang ada di atas silia

Terdapat pada: saluran reproduksi (tuba falopi), saluran pernafasan

*Jaringan epitel transisional

Fungsi: proteksi pada bagian yang mudah berubah volumenya

Terdapat pada: kantung kemih, ureter, ginjal


2.      Jaringan Otot

Jaringan otot tersusun oleh sel-sel yang berperan dalam menggerakkan bagian-bagian tubuh. Jaringan otot mempunyai kemampuan berkontraksi karena mengandung protein kontraktil yang disebut miofibril. 

Jaringan otot terdiri dari otot polos, otot jantung dan otot lurik.


3. Jaringan Saraf

Jaringan saraf terdiri dari sel-sel yang mempunyai tonjolan-tonjolan yang berfungsi menghantarkan impuls dalam tugas koordinasi kegiatan alat-alat tubuh.


4. Jaringan Penyokong

Jaringan penyokong mempunyai ciri berupa adanya matriks interseluler. Berdasarkan sifat dari matriksnya, jaringan penyokong dapat dikelompokkan menjadi:

*Jaringan lemak/adiposa

Tersusun atas sel-sel (adiposit) dan matriks berupa lemak

*Jaringan ikat padat

Tersusun atas sel-sel (fibrosit) dan matriks berupa serat kolagen

*Jaringan ikat longgar

Tersusun atas sel-sel (fibrosit) dan matriks berupa serat kolagen, serat elastis dan serat retikuler

*Jaringan tulang rawan/kartilago

Tersusun atas sel-sel (kondrosit) dan matriks berupa kondrin

Jaringan kartilago dibedakan menjadi 3 macam: kartilago hyalin, kartilago fibrosa dan kartilago elastis

*Jaringan tulang keras/osteon

Tersusun atas sel-sel (osteosit, osteoblast, osteoklast) dan matriks berupa kolagen, kalsium karbonat, dan kalsium fosfat

*Jaringan darah

Tersusun atas sel-sel (eritrosit, leukosit, trombosit) dan matriks berupa plasma


Sabtu, 21 Desember 2024

KULTUR JARINGAN

Kultur jaringan merupakan teknik bioteknologi untuk memperbanyak tanaman dengan cara mengisolasi dan membudidayakan bagian tanaman dalam lingkungan yang terkontrol.

A. Manfaat /Keuntungan Kultur Jaringan

1. Memungkinkan memperbanyak tanaman dalam jumlah besar, dalam waktu relatif singkat/cepat dengan sifat tanaman yang seragam
2. Menghasilkan tanaman unggul
3. Memungkinkan perbanyakan spesies langka
4. Memungkinkan tumbuhan tumbuh sepanjang tahun

B. Tujuan Kultur Jaringan

1. Untuk menghasilkan tanaman dengan sifat unggul yang sama seperti tanaman induknya
2. Untuk memperbanyak tanaman langka atau hampir punah
3. Untuk memperbanyak tanaman dalam jumlah besar di tempat yang terbatas
4. Untuk mengendalikan penyakit tanaman karena menghasilkan tanaman yang bebas patogen
5. Untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman
6. Untuk menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap hama, penyakit, atau iklim/musim yang ekstrim
7. Untuk meregenerasi sel tanaman yang telah direkayasa genetiknya

C. Proses Kultur Jaringan

1. Pembuatan media agar

Tahap ini melibatkan persiapan media pertumbuhan yang sesuai untuk kultur jaringan. Media agar umumnya terdiri dari nutrisi yang diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan optimal.

2. Pemilihan tanaman induk (eksplan)

Pada tahap ini, tanaman induk yang akan digunakan sebagai sumber jaringan untuk multiplikasi dipilih dengan cermat. Eksplan dapat berupa bagian tanaman seperti ujung pucuk, daun, batang, atau akar.

3. Sterilisasi

Tahap sterilisasi sangat penting untuk mencegah kontaminasi mikroba yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Eksplan yang telah dipilih biasanya akan disubkultur atau direndam dalam larutan pemutih atau disanitasi menggunakan agen sterilisasi lainnya sebelum ditanamkan pada media agar.

4. Multiplikasi

Setelah eksplan steril, tahap multiplikasi dimulai. Eksplan tersebut ditempatkan pada media agar yang telah disiapkan sebelumnya, yang mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Dalam kondisi yang sesuai, eksplan akan tumbuh dan membentuk kalus atau tunas baru.

5. Pengakaran

Setelah tunas baru terbentuk, tahap pengakaran dimulai. Tunas tersebut dikeluarkan dari media pertumbuhan dan ditanamkan pada media yang mengandung nutrisi untuk merangsang pertumbuhan akar. Dalam tahap ini, penting untuk menjaga kelembaban dan kondisi lingkungan yang tepat untuk memfasilitasi pengembangan akar yang sehat.

6. Aklimatisasi

Tahap aklimatisasi melibatkan penyesuaian tanaman (disebut planlet) yang telah tumbuh secara in vitro (di laboratorium) dengan kondisi lingkungan luar, yaitu kondisi di luar laboratorium.

Tanaman yang telah tumbuh harus ditempatkan dalam lingkungan yang lebih terbuka secara bertahap untuk membiasakan diri dengan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya yang berbeda.

7. Penanaman di lapangan

Setelah tanaman menjalani tahap aklimatisasi dan dianggap cukup kuat, mereka dapat ditanam di lapangan atau tempat yang sesuai untuk pertumbuhan selanjutnya.

Tahap ini melibatkan pemindahan tanaman dari kondisi laboratorium ke lingkungan luar yang lebih luas, di mana tanaman akan melanjutkan pertumbuhannya dan beradaptasi dengan lingkungan baru.


Rabu, 11 Desember 2024

HUTAN HUJAN TROPIS

Merupakan bioma yang berupa hutan yang selalu basah dan lembab, terletak di sekitar wilayah katulistiwa pada lintang 0° -10° ke utara dan ke selatan dari garis katulistiwa.


A. Ciri Hutan Hujan Tropis

1. Curah hujan tinggi sepanjang tahun, sekitar 200 – 225 cm per tahun

2. Suhu rata-rata berkisar antara 20 – 29°C (68 -84°F)

3. Matahari bersinar sepanjang tahun

4. Perubahan suhu relatif kecil dari bulan ke bulan

5. Kelembaban udara sekitar 80%

6. Pohon tumbuh rimbun

7. Di bawah kanopi akan gelap sepanjang hari

8. Tingkat regenerasi tinggi

9. Terdapat genangan air di kawasan hutan


B. Upaya Untuk Menjaga Kelestarian Hujan Hutan Tropis

1. Sistem tebang pilih : memilih dan menebang pohon yang sudah layak ditebang

2. Sistem tebang tanam : menanam pohon kembali setelah menebang

3. Reboisasi : menanam kembali hutan yang rusak

4. Melarang penebangan hutan secara liar

5. Penebangan konservatif : menebang pohon yang sudah tidak produktif

6. Memberikan sanksi berat bagi perusak hutan

7. Pengembangan ekowisata dengan memanfaatkan potensi wisata alam di sekitar hutan hujan tropis dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem



Selasa, 10 Desember 2024

EKOSISTEM AIR TAWAR

  CIRI – CIRI EKOSISTEM AIR TAWAR

1. Kadar garam /salinitas rendah

Kadar garam pada ekosistem air tawar dapat lebih rendah dari kadar garam protoplasma organisme air

2. Variasi suhu rendah

Suhu cenderung cukup hangat dan tidak terlalu bervariasi

3. Penetrasi cahaya matahari terbatas

Cahaya matahari yang masuk ke dalam air tawar terbatas, terutama di perairan yang dalam

4. Aliran air

Air tawar dapat mengalir (disebut ekosistem air tawar lotik) seperti pada sungai dan air tawar yang tenang/menggenang (disebut ekosistem air tawar lentik) seperti pada rawa

5. Dipengaruhi iklim dan cuaca

6. Air jernih dan bersih (bila tidak terjadi pencemaran)

7. Tumbuhan air berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem air tawar

8. Sensitif terhadap perubahan lingkungan

Ekosistem air tawar mudah berubah ketika suhu, kualitas air dan pola hujan berubah


Berdasarkan aliran air, ekosistem air tawar terbagi menjadi : 

1. Ekosistem air tenang / menggenang / lentik

        Contoh : rawa, kolam ikan

2. Ekosistem air mengalir / lotik

       Contoh : sungai, sawah ( bila airnya mengalir)


Berdasarkan zona atau daerahnya, ekosistem air tawar (lotik) terbagi menjadi : 

1. Litoral

Daerah yang berada di dekat tepi, mendapatkan cahaya matahari paling banyak dibandingkan zona lainnya, disebut zona fotik / zona cahaya. Organisme yang hidup di zona ini beragam.

2. Limnetik

Terletak di bagian bawah dari zona litoral. Intensitas sinar matahari yang didapatkan tidak sebanyak zona litoral tetapi masih dapat ditembus sinar matahari. Organisme yang hidup pada zona ini contohnya fitoplankton (alga) dan zooplankton (beberapa jenis udang).

3. Profundal

Merupakan zona terdalam pada ekosistem air tawar yang mengalir. Sangat sulit ditembus cahaya matahari sehingga disebut zona afotik. Umumnya dihuni oleh predator, hewan pemakan bangkai, dekomposer/ pengurai


Senin, 09 Desember 2024

MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

 A.      Fungsi Makanan

1. Sebagai sumber energi atau sumber tenaga
2. Membantu mengatur metabolisme dan keseimbangan fungsi tubuh
3. Menyokong pertumbuhan tubuh
4. Berperan dalam regenerasi / penggantian sel-sel tubuh yang rusak atau mati
5. Menyediakan bahan untuk pembentukan antibodi yang berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit

 
B. Syarat Makanan Sehat

1.  Bergizi
     Mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh
2.  Higienis
     Bebas dari zat-zat dan organisme yang berbahaya bagi tubuh

 
C.      Macam Zat Makanan


1.      Karbohidrat / hidrat arang

         a.      Fungsi : sebagai sumber energi utama
                  dapat disimpan sebagai cadangan makanan
         b.      Unsur penyusun : C, H, O
         c.      Tiap satu gram karbohidrat menghasilkan energi sebesar kurang lebih 4 kalori
         d.      Macam karbohidrat berdasarkan gugus gula : 
                  Monosakarida : mengandung satu gugus gula (contoh : glukosa, fruktosa,                              galaktosa)
                  Disakarida : mengandung 2 gugus gula ( contoh : maltosa, sukrosa, laktosa)
                  Polisakarida : mengandung banyak gugus gula (contoh : amillum, selulosa,                          pektin)
       e.      Contoh sumber karbohidrat : nasi, kentang, jagung, ketela, sorgum, sagu,                                singkong


2.      Protein

        a.      Fungsi : sebagai zat pembangun
                                Sebagai sumber energi
        b.      Unsur penyusun : C, H, O, N,  kadang terdapat unsur P dan S
        c.       Tiap 1 gram protein menghasilkan energi sebesar kurang lebih 4 kalori
        d.      Protein tersusun dari asam amino
        e.      Asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh disebut asam amino                                 esensial,  terdiri dari : metionin, triptofan, valin, histidin, isoleusin, threonin,                       fenilalanin, leusin, lisin
        f.       Asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh disebut asam amino non                                   esensial, terdiri dari : arginin, 
        g.      Contoh sumber protein :
                 Protein nabati : kacang tanah, kacang kedelai, 
                 Protein hewani : ikan, daging, telur, susu

 
3.      Lemak / Lipid

a.      Fungsi :  sumber energi
                         sebagai cadangan makanan
                         berperan dalam isolasi panas tubuh
b.      Unsur penyusun : C, H, O
c.       Tiap 1 gram lemak menghasilkan energi sebesar kurang lebih 9 kalori
d.      Contoh sumber lemak :
         Lemak nabati : kacang tanah, kacang kedelai
         Lemak hewani : daging, ikan, telur
 

4.      Vitamin

           a.      Fungsi : sebagai zat pengatur
           b.      Macam vitamin : 
                    Vitamin larut dalam lemak : vitamin A, D, E, K
                    Vitamin larut dalam air : vitamin B dan C
           c.      Contoh sumber vitamin : 
                    Vitamin A : wortel
                    Vitamin B : hati
                    Vitamin C : jeruk
                    Vitamin D : disintesis oleh tubuh dengan bantuan cahaya matahari pagi
                    Vitamin E : kecambah/tauge
                    Vitamin K : sayuran berwarna hijau
 

5.      Mineral

          a.      Fungsi : sebagai zat pengatur
          b.      Contoh mineral : kalsium, fosfor, natrium, kalium
          c.      Contoh sumber mineral : buah, sayur, garam dapur
 

6.      Air 

          Fungsi : sebagai pelarut
                         Menjaga suhu tubuh
                         Memungkinkan terjadinya reaksi kimia di dalam tubuh
 

7.      Serat

          a.      Fungsi : merangsang aktivitas usus secara normal
                                  Membantu menurunkan gerat badan
                                  Mencegah endapan lemak pada arteri
          b.      Contoh sumber serat : sayuran, buah, biji-bijian
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
x

Selasa, 12 November 2024

SISTEM PEREDARAN GETAH BENING

  • A. Fungsi Peredaran Getah Bening

1.      Mengalirkan cairan limfe/getah bening di dalam tubuh terutama antar kelenjar limfa

2.      Mengangkut limfosit dari kelenjar limfa ke sirkulasi darah

3.      Mengembalikan kelebihan cairan interstitial dan protein plasma dari jaringan ke dalam sirkulasi darah

4.      Membawa/mentransport emulsi lemak dan vitamin yang larut dalam lemak dari usus ke sistem sirkulasi darah

5.      Menyaring dan menghancurkan mikrooganisme patogen

 

B.      Karakteristik Sistem Peredaran Getah Bening

1.      Merupakan peredaran terbuka : dalam peredarannya cairan getah bening tidak selalu berada di dalam pembuluh limfa

2.      Pemompa cairan getah bening berupa kontraksi otot rangka

 

C.      Komponen Penyusun Sistem Peredaran Getah Bening

1.      Cairan getah bening / cairan limfe

Merupakan cairan jernih kekuning-kuningan yang berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan di sekitarnya

Cairan getah bening mengandung :

a.      Leukosit (Limfosit)

b.      Trombosit

c.       Fibrinogen

2.      Kelenjar limfe/kelenjar getah bening

Disebut Nodulus limfatikus

Bentuk bulat/oval

Fungsi :

a.      Menyaring cairan limfe

b.      Membentuk limfosit

c.       Membentuk antibodi

d.      Membatasi penyebaran sel tumor

3.      Pembuluh getah bening

Terdiri dari :

a.      Pembuluh limfe besar

Tersusun dari : Tunika intima, tunika media dan tunika adventisia

Mempunyai katup/valvula untuk mencegah aliran balik cairan limfe

b.      Kapiler limfe

Bentuk seperti pipa

Struktur mirip kapiler darah tetapi diameternya lebih besar

Hampir semua jaringan tubuh memiliki jaringan pembuluh limfe kecuali sistem saraf pusat, jaringan tulang dan lapisan kulit

 

D.     Macam Pembuluh Getah Bening

Terdiri dari:

1.      Pembuluh limfe kanan /ductus limphaticus dexter

Menerima cairan limfe dari kepala, leher, dada, jantung, paru-paru, dan lengan kanan

2.      Pembuluh limfe dada /ductus thoraxicus

Menerima cairan limfe dari bagian lain selain bagian yang diterima pembuluh limfe kanan

Rabu, 23 Agustus 2023

ANABOLISME

 Anabolisme merupakan reaksi penyusunan zat organik

Sifat reaksi : Endergonik (menyimpan energi) dan Endoterm (menyimpan kalor)

Anabolisme terdiri dari reaksi : 

1. Asimilasi : reaksi atau proses penyusunan zat organik dari zat anorganik

Contoh : 

a. Asimilasi N ( pembentukan asam amino)

b. Asimilasi C ( terdiri dari fotosintesis dan kemosintesis)


2. Polimerisasi : pembentukan atau penyusunan zat organik kompleks dari zat organik sederhana

Contoh : 

a. Pembentukan protein atau polipeptida dari asam amino

b. Pembentukan amillum/karbohidrat dari glukosa


Senin, 18 April 2022

RESPON IMUN SPESIFIK DAN NON SPESIFIK

 Respon imun spesifik : respon imun yang berperan melindungi tubuh dari serangan patogen dan memastikan pertahanan tubuh tidak berbalik melawan jaringan tubuh sendiri.

Terdiri dari : 

1. Limfosit B : sel B plasma, sel B memory, sel B pembelah

2. Limfosit T : sel T killer/ sitotoksin, sel T helper, sel T memory, sel T suspresor


Respon imun non spesifik : respon imun yang timbul terhadap jaringan tubuhyang rusak atau terluka dan bukan terhadap penyebab kerusakan itu sendiri.

Contoh : inflamasi, fagositosis

MEKANISME MENUTUPNYA STOMATA

Proses : Ion K+ keluar dari sel penjaga, sel-sel epidermis di sekitar stomata menjadi lebih pekat. Air dari sel penjaga berpindah secara osmosis ke sel-sel epidermis sehingga sel penjaga mengerut dan stomata menutup.


Faktor yang mempengaruhi menutupnya stomata : 

1. Tekanan turgor sel tanaman

2. Perubahan konsentrasi karbon dioksida

3. Berkurangnya cahaya dan hormon asam absisat

Sabtu, 16 April 2022

ISTILAH-ISTILAH YANG TERKAIT DENGAN RELUNG / NICHE

Realized Niche / Relung Nyata : kondisi fisik yang memungkinkan ditempati oleh organisme secara bersamaan.

Fundamental Niche / Relung Dasar : kondisi fisik yang memungkinkan populasi masih dapat hidup tanpa pesaing atau kompetisi.

Introduction species : spesies yang berkembang di luar habitat aslinya akibatcampur tangan manusia baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Invasive species : spesies pendatang di suatu wilayah yang hidup dan berkembang biak di wilayah tersebut dan menjadi ancaman bagi biodiversitas.

Keystone : spesies yang berdampak besar terhadap lingkungan sehingga dapat mempengaruhi ekosistem.

Rabu, 27 Januari 2021

INTERAKSI ANTAR MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM

 1. Netral

Hubungan antar makhluk hidup yang tidak saling mempengaruhi
Contoh : kambing dengan kucing

2. Predasi

Hubungan antara pemangsa dengan yang dimangsa
Contoh : harimau dengan rusa ( harimau memangsa rusa)

3. Kompetisi

Hubungan persaingan antar makhluk hidup
Contoh : kambing dengan sapi ( kambing dan sapi berkompetisi dalam hal makanan)

4. Simbiosis

Hubungan khas / erat antara 2 individu yang berbeda
Macam : 

a. Simbiosis parasitisme : hubungan antar individu dimana satu pihak diuntungkan sedangkan pihak lain dirugikan

Contoh : benalu dengan tanaman inang ( benalu menumpang hidup dan mengambil bahan makanan dari inangnya)

b. Simbiosis komensalisme : hubungan antar individu dimana satu pihak diuntungkan sedangkan pihak lain tidak diuntungkan dan tidak dirugikan

Contoh : ikan hiu dengan ikan remora ( ikan remora mendapat makanandari sisa-sisa makanan hiu)

c. Simbiosis mutualisme : hubungan antar individu yang saling menguntungkan

Contoh : rayap dengan flagellata ( rayap terbantu dalam mencerna makanan dengan ezim yang dihasilkan flagellata, flagellata mendapat tempat hidup dan bahan makanan dari rayap)

5. Protokooperasi 

Hubungan antar individu  yang sama-sama menguntungkan tapi bukan  suatu keharusan
Contoh : kupu- kupu dengan bunga ( kupu-kupu mendapatkan madu dari bunga, bunga terbantu penyerbukannya oleh kupu-kupu)

6. Antibiosis / amensalisme

Hubungan antar 2 individu, yang satu menghambat pertumbuhan yang lain
Contoh : Penicillium notatum menghasilkan antibiotik yang menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia colli yang hidup di satu tempat